Rabu, 30 Mei 2012

MONKEY FOREST



BAB I (PENDAHULUAN)
-          LATAR BELAKANG
MONKEY FOREST yang teletak di desa PADANG TEGAL, NYUH KUNING, kecamatan UBUD merupakan tempat hidupnya kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, yang sudah barang tentu di sebelahnya berdiri sebuah pura. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya.Monkey Forest selain sebagai objek wisata juga merupakan pusat penelitian dan konservasi. Kera-kera yang ada di tempat tersebut bukan saja sebagai tontonan dari pengunjung yang datang.
-          TUJUAN OBSERVASI
Tujuan kami melakukan observasi adalah untuk menambah wawasan kami di dalam tempat atau objek wisata yang menjadi tujuan para wisata untuk menikmati masa-masa liburannya dan kami juga mempunyai tujuan pribadi yaitu untuk memenuhi tugas yang diberikan agar kami mendapatkan nilai yang cukup puas dalam pelajaran ini.
-          MANFAAT OBSERVASI
Manfaat dari kita melakukan dan membuat laporan atau observasi ini adalah kita dapat mengetahui objek-objek yang sering dikunjungi atau yang tekenal dengan cirri khas tempat tersebut yang ada disekitar lingkungan daerah kita maupun di luar daerah kita, intinya kita dapat menambah wawasan atau mempelajari ilmu pengetahuan di bidang pariwisata .

1
BAB II (ISI)
-          SEJARAH
Diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten Daerah ingkat II Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.
Selain tempat hidupnya kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, yang sudah barang tentu di sebelahnya berdiri sebuah pura. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).
Satu hal penting yaitu tidak mengganggu habitat monyet dan kita harus menyadarinya sebagi tamu di sana. Dan harus tetap berjalan di jalan yang aman.. monyet monyet akan menjadi sangat agresif apabila kita memasuki dan mengganggu wilayah mereka. Jangan sekali kali pernah mengganggu monyet monyet di sana apapun alasannya. Jika anda ingin memberikan makanan lakukan dengan hati hati dan jangan sekali kali menariknya lagi. Kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan binatang di sana. Daerah ini adalah daerah keramat dan terdapat peninggalan purbakala di dalamnya. Cobalah untuk meikmati keindahan dan keajaiban tempat ini dan di waktu yang sama kita juga tetap menjaga dan menghargai kehidupan di dalamnya.
Kawasan ini berada di jalan utama kota Ubud mengarah kearah selatan berada di kaki sebuah bukit, dihuni oleh sejumlah kera yang selalu menunggu makanan yang akan diberikan pengunjung, kera-kera ini kadang-kadang marah jika pengunjung tidak memberikan apa-apa kepada mereka.Hutan seluas 8 hektar ini adalah salah satu pusat penangkaran monyet di Bali. Jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan dan suara alam menyertai perjalanan mengelilingi hutan kecil ini selama 30 menit. Selain segerombolan monyet lucu yang berjalan, bergelantungan dan bermain di sepanjang jalan setapak, Anda juga dapat mengunjungi Pura Dalem Agung dan Pura Permandian Suci dengan 3 konsep pura. Pertama adalah Utama Mandala, yaitu tempat permandian para dewa. Pura kedua adalah Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci.
Dan yang ketiga adalah Nista Mandala sebagai tempat permandian untuk umum. Sekedar mengingatkan, monyet-monyet di sini hanya bersahabat bila tidak diganggu.
-          MONKEY FOREST
Sebagai kawasan wisata, Monkey Forest mempunyai trade mark yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Ubud sebagai destinasi pariwisata di Gianyar. Ternyata selain sebagai objek wisata, Monkey Forest juga sebagai tempat penelitian dan konservasi. Berikut lika-liku, pesona dan potret objek wisata yang dihuni beragam kera itu yang dipaparkan wartawan Bali Post Agung Dharmada.
OBJEK wisata Monkey Forest terletak di Desa Pakraman Padangtegal, Kelurahan Ubud. Monkey Forest yang merupakan kawasan wisata yang objeknya adalah kera-kera dengan sejumlah pola perilaku kehidupannya dengan dukungan alam berupa kawasan hutan yang alami dengan penuh suasana religius.
Objek wisata Monkey Forest mempunyai luas areal sektar 10 hektar. Kawasan wisata Monkey Forest yang telah mendunia seakan menutupi sedemikian banyak hal-hal yang ada di sekitarnya. Objek wisata Monkey Forest yang juga disebut sebagai Mandala Wisata Wanara Wana merupakan kawasan yang sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Adat Padangtegal. Bahkan, objek wisata ini tak dapat dipisahkan dari Desa Pakraman Padangtegal. Alasan ini muncul dengan adanya hubungan emosional, di mana kawasan objek tersebut merupakan tempat Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangtegal yakni Pura Dalem Agung.

Pura Dalem Agung berlokasi di barat daya hutan setempat. Pura ini adalah tempat utama di bukit Padangtegal dan merupakan tempat yang terpenting di hutan tersebut. Pura Beji terletak di barat laut dengan menggunakan konsep tri mandala. Sedangkan untuk Pura Prajapati merupakan tempat penyimpanan kremasi yang berada di timur dan sepanjang sisinya terdapat pemakaman. Dengan adanya sentuhan langsung dari aktivitas masyarakat yang hidup dalam kegiatan adat dan agama, menjadikan kawasan Monkey Forest sebuah kawasan yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi pariwisata sebagai objek wisata budaya.


Mandala Wisata Wenara Wana I Wayan Selamet menyebutkan, pengelolaan kawasan wisata kera di Padangtegal dikelola oleh desa adat dengan membentuk badan desa. Pihak pengelola sendiri menggunakan filosofi Tri Hita Karana. Konsep hidup dalam menghargai, menjaga keharmonisan keberadaan alam dengan makhluk hidup ciptaan-Nya serta aktivitas spiritual masyarakat di sekitarnya menjadikan kawasan Mandala Wisata Wenara Wana (Monkey Forest) sebagai kawasan yang indah, asri dan lestari, nyaman dan aman serta mempunyai taksu.

Implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang diterapkan di objek wisata Monkey Forest dapat dilihat dari dua kegiatan ritual yang kerap dilakukan oleh masyarakat setempat. Dalam hubungannya dengan keberadaan kera, setiap Tumpek Kandang masyarakat membuatkan sesajen istimewa ke hutan kepada semua binatang yang ada di sana. Sedangkan saat Tumpek Nguduh, masyarakat setempat melakukan ritual untuk tetap menjaga keharmonisan alam berupa tumbuh-tumbuhan yang ada di sana.

Sementara itu, sejak keberadaan objek wisata Monkey Forest yang pengembangannya mulai tahun sekitar 1970 kondisinya jauh berbeda dengan keberadaannya saat ini. Di awal terjamahnya kawasan hutan yang dipenuhi dengan binatang kera ini luput dari perhatian. Sebuah kotak "Dana Punia" yang disediakan prajuru untuk sekadar sumbangsih di dalam membiayai kegiatan upacara dan pemeliharaan kawasan tersebut. Besarnya tingkat kunjungan wisatawan yang ingin melihat kera Bali di kawasan tersebut menjadikan kawasan Monkey Forest sangat potensial. Dari potensi yang ada tersebut dalam melakukan pengembangan lebih lanjut dalam usaha melestarikan keberadaan objek waisata, maka setiap pengunjung dikenakan tiket masuk. Saat ini besaran tiket masuk mulai dari Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.

Keseriusan desa adat untuk mengelola objek wisata ini dapat dilihat dari semakin profesionalnya manajemen pengelolaan. Kawasan Monkey Forest dalam hal ini tidak hanya sebagai objek wisata. Namun seiring dengan pengembangannya, pihak desa adat kini sedang berupaya untuk membuka keberadaan daerah wisata Monkey Forest dengan segala potensi desa yang ada. Salah satunya adalah dengan mendirikan Pusat Data dan Informsi Desa Adat Padangtegal.

Bahkan, untuk lebih menunjang promosi pariwisata Monkey Forest telah membuat sebuah website, yang bisa diklik setiap saat yakni www.monkeyforestubud.com. Di mana nantinya diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat ataupun masyarakat untuk mengakses informasi yang lebih lengkap. Pihak desa adat maupun manajemen Mandala Wisata Wenara Wana ke depan menginginkan mengembangkan lebih luas dengan merangkul potensi desa yang ada dengan mempromosikan hal-hal yang terkait dengan pariwisata misalnya seni dan kerajinan, ataupun pendukung lainnya seperti penginapan dan restoran sebagai seatu sinergi.

Selamet mengatakan objek wisata Monkey Forest saat ini sedang dilakukan pengembangan areal hutan di bagian belakang objek wisata. Dalam hal ini konsep hutan yang dilakukan pengembangan nantinya menyerupai kawasan Bedugul. Di mana selain hutan dengan pohon yang tinggi nantinya juga ada rumput yang menghias di bawahnya. Di kawasan tersebut nantinya pengunjung yang datang bisa bercengkrama dengan keluarga sambil menikmati keindahan hutan dengan binatang keranya.

Untuk menunjang pelestarian hutan saat ini objek wisata Monkey Forest memiliki 125 jenis tanaman yang terdiri atas pohon bambu, pohon pinang, pohon mahoni dan pohon majegau serta beraneka ragam tumbuh-tumbuhan yang berkaitan dengan upacara. Di samping itu dalam hal pelestarian satwa, objek wisata Monkey Forest mempunyai jumlah kera yang kini mencapai 300 ekor. Dalam pemeliharaannya baik mengenai kesehatan maupun populasi pihak pengelola telah mengadakan kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Satwa Primata Universitas Udayana. Selain itu juga dilakukan kerja sama dengan Central Washington University, Guam University serta Taiwan University. Objek wisata Monkey Forest juga memiliki tambahan satwa 14 ekor rusa yang merupakan sumbangan dari pihak ketiga dan hasil pengembangbiakan.

Konservasi
Monkey Forest selain sebagai objek wisata juga merupakan pusat penelitian dan konservasi. Kera-kera yang ada di tempat tersebut bukan saja sebagai tontonan dari pengunjung yang datang. Selain sebagai komponen penting dalam spiritual dan kehidupan masyarakat setempat, keberadaannya juga sebagai tempat penelitian dari lembaga-lembag riset seluruh dunia.

Dari hasil riset yang pernah dilakukan, kera-kera yang ada ini seringkali tinggal berpindah tempat. Mereka dalam kehidupannya mempunyai grup tersendiri. Di antara mereka ada ketua kelompoknya. Selamet mengatakan ketua kelompok ini selalu diikuti oleh pengikutnya dari bangsa kera itu sendiri. Kera Bali sendiri berada di tengah-tengah grup yang sebagian besar terdiri atas betina (matrilines). Sedangkan untuk kera jantan biasanya berpindah tempat.

-          SOMETHING TO SEE
Di monkey forest kita dapat melihat keindahan dan keunikan aam yanfg msih ali seperti kawasan hutan yang alami dengan yang religius, objek wisata monky forest juga disebut MANDALA WISATA WANARA WANA, merupakan kawasan yang sangat disakralkan oleh masyarakat desa adat PADANGTEGAL , disana terdapat pura Khayangan Tiga Desa Adat Padangtegal. Kita dapat melihat Pura Dalem Agung yang berlokasi di barat daya setempat, pura ini merupakan tempat terpenting di hutan tersebut, yang menggunakan konsep Tri Mandala. Di sana kita juga dapat melihat beberapa jenis pohon diantaranya pohon bambu, pohon pinang, pohon mahoni, pohon majegau, serta beranekaragam  yumbuh-tumbuhan yang berkaitan dengan upacara. Di samping itu objek wisata monkey forest mempunyai jumlah kera yang kini mencapai kurang lebih 300 ekor. Objek wisata monkey forest juga memiliki tambahan satwa 14 ekor rusa.
1

-          SOMETHING TO DO
Di sana kita dapat melakukan suatu keunikan yaitu, melempar koin ke dalam kolam yang ada di depan Pura Dalem Agung (Pura Beji). Selain itu kita juga dapat member makan satwa-satwa yang ada di sekitar hutan sana. Kita juga dapat berfoto bersama satwa yang ada di monkey forest.


 




-          SOMETHING TO BUY
Di sana kita dapat membeli cinderamata, souvenir dan pakaian di sekitar toko yang berada di luar kawasan monkey forest seperti, baju-baju kaos, gelang , kalung, patung-patung, dan brang barang hasil seni masyarakat setempat. Kita juga dapat membeli makanan satwa yang ada di sekitar areal monkey forest.











BAB III ( PENUTUP)
-          KESIMPULAN
Di monkey forest kita dapat melihat keindahan dan keunikan aam yanfg msih ali seperti kawasan hutan yang alami dengan yang religius, objek wisata monky forest juga disebut MANDALA WISATA WANARA WANA, merupakan kawasan yang sangat disakralkan oleh masyarakat desa adat PADANGTEGAL , disana terdapat pura Khayangan Tiga Desa Adat Padangtegal. Kita dapat melihat Pura Dalem Agung yang berlokasi di barat daya setempat, pura ini merupakan tempat terpenting di hutan tersebut, yang menggunakan konsep Tri Mandala. Di sana kita juga dapat melihat beberapa jenis pohon diantaranya pohon bambu, pohon pinang, pohon mahoni, pohon majegau, serta beranekaragam  yumbuh-tumbuhan yang berkaitan dengan upacara. Di samping itu objek wisata monkey forest mempunyai jumlah kera yang kini mencapai kurang lebih 300 ekor. Objek wisata monkey forest juga memiliki tambahan satwa 14 ekor rusa
Di sana kita dapat melakukan suatu keunikan yaitu, melempar koin ke dalam kolam yang ada di depan Pura Dalem Agung (Pura Beji). Selain itu kita juga dapat member makan satwa-satwa yang ada di sekitar hutan sana. Kita juga dapat berfoto bersama satwa yang ada di monkey forest.
Di sana kita juga dapat membeli cinderamata, souvenir dan pakaian di sekitar toko yang berada di luar kawasan monkey forest seperti, baju-baju kaos, gelang , kalung, patung-patung, dan brang barang hasil seni masyarakat setempat. Kita juga dapat membeli makanan satwa yang ada di sekitar areal monkey forest.

-          SARAN-SARAN
Menurut kami MONKEY FOREST tempatnya sudah bagus, namun perlu di tingkatkan lagi kebersihan lingkungannya dan  keamanan yang ada di sana sudah tertib, intinya objek ini sudah bagus dan dipertahankan kelestarian alamnya yang indah tersebut agar para wisatawan lebih berminat dan tertarik dengan tempat ini, membuat para wisatawan senang, bangga, akan keindahan Bali dan tidak akan di lupakan karena banyak kenang-kenangan yang indah yang dialami di daerah Bali ini.


























Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar