Rabu, 06 Juni 2012

MEMBACA DALAM HATI


MEMBACA DALAM HATI
Pada saat kita membaca dalam hati, kita hanya mempergunakan ingatan visual (visual memory), yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan membaca dalam hati (silent reading) adalah untuk memperoleh informasi. Harus disadari bahwa ketrampilan membaca dalam hati merupakan kunci bagi semua ilmu pengetahuan. Pada saat membaca dalam hati sang anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase-frase, memperkaya kosa katanya, dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang baik. Setelah membaca dalam hati, sang guru dapat menyuruh serta mendorong para pelajar apa yang telah mereka baca, dan hal ini memudahkan pengujian pertumbuhan daya pemahaman dan apresiasi mereka.
Sebagian terbesar dari kegiatan membaca dalam masyarakat selama kita hidu adalah kegiatan membaca dalam hati. Dibanding dengan membaca nyaring, maka membaca dalam hati ini jauh ledih ekonomis, dapat dilakukan di segala tempat. Misalnya kita sering melihat orang membaca dengan asyiknya dalam bus, kereta api, di kafetaria, di tempat tidur dan seterusnya tanpa mengganggu rang lain. Ruang  baca yang terdapat dalam perpustakaan umum sebenarnya berarti ruang baca dalam hati, setiap orang dapat membca tanpa mengganggu orang lain.
Dalam kehidupan yang sebunarnya di tengah-tengah masyarakat, setiap anggota masyarakat akan membaca bahan bahan yang sesuai dengan selera atau pilihannya masing-masing, tanpa paksaan dari pihak lain. Membaca secara perorangan menurut selera masing-masing ini disebut personalized reading. Kenyataan ini menuntut peningkatan pengajaran cara membaca serupa ini di sekolah-sekolah. Pengajaran membaca perorangan atau personalized  reading instruction merupakan suatu falsafah pengajaran, merupakan suatu pendekatan terhadap organisasi kelas. Berdasarkan atas konsep bahwa setiap anak, setiap orang harus tahu mencari sendiri, memilih sendiri, melangkahsendiri, maju sendiri, maka program membaca perorangan ini merupakan satu bagian dari program keseluruhan yang mungkin mencakup program dasar, pengajaran perorangan dan pendekatan pengalaman bahasa.
Dalam garis besarnya, membaca dalam hati dapat dibagi atas:
a)      Membaca ekstentif dan
b)     Membaca intensif.
Membaca Ekstesif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pengertian atau pemahaman yang bersifat relatif rendah sudahlah memadai untuk ini,karena memang begitulah tuntutannya dan juga karena bahan bacaan itu sendiri memang sudah banyak serta berlebih-lebihan, seperti halnya dengan laporan-laporan surat kabar. Tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstentif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.
Membaca ekstentif ini meliputi pula:
a)      Membaca survei (survey reading)
b)     Membaca sekilas (skimming)
c)      Membaca dangkal (superficial reading)
Membaca survei
            Sebelum kita mulai membaca maka kita terlebih dahulu meneliti bahan bacaan yang akan dipelajari,yang akan ditelaah,dengan jalan:
a)      Memriksa, meneliti indiks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku,
b)      Melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan,
c)      Memeriksa, meneliti bagan, skema, outline, buku yang bersangkutan, kecepatan serta ketepatan dalam mensurvei bahan bacaan ini sangat penting, karena hal ini turut menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam studinya.
Membaca sekilas
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi,penerangan.
Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas ini, yaitu:
a)      Untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat,
b)      Untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan,
c)      Untuk menentukan atau menempatkan bahan yang diperlukandalam perpustakaan.
 Membaca dangkal
            Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemhaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Biasanya membaca seperti ini dilakukan bila ada waktu senggang, misalnya cerita pendek, novel ringan, dll.
Membaca Intensif
            Yang dimaksud membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, da penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadsp suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Yang termasuk kedalam kelompok membaca intensif adalah membaca telaah isi (content study reading) dan membaca telaah bahasa (linguistic study reading)
Ketrampilan yang dituntut pada membaca dalam Hati
            Seprti halnya membaca bersuara, membaca dalam hati juga merupakan suatu kegiatan yang menuntut aneka ragam ketrampilan. Berikut ini sejumlah ketrampilan yang dituntut pada setiap kelas sekolah dasar khusus pada membaca dalam hati, agar tujuan dapat dicapai.
Kelas I
a)      Membaca tanpa bersuara, tanpa garakan-gerakan bibir, tanpa berbisik.
b)      Membaca tanpa gerakan-gerakan kepala
Kelas II
a)      Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepala.
b)     Membaca lebih cepat secara dalam hati tinimbang secara bersuara
Kelas III
a)      Membaca dalam hati tanpa menunjuk-nunjuk dengan jari, tanpa gerakan bibir.
b)      Memahami bahan bacaan yang dibaca secara diam atau secara dalam hati itu.
c)      Lebih cepat membaca dalam hati dari pada membaca bersuara.
Kelas IV
a)      Mengerti serta memahami bahan bacaan pada tingkat dasar.
b)      Kecepatan mata dalam membaca 3 kata per detik.
Kelas V
a)      Membaca dalam dalam hati jauh lebih cepat tinimbang membaca bersuara.
b)      Membaca dengan pemahaman yang baik.
c)      Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepala dan tidak menunjuk-nunjuk dengan jari tangan.
d)     Menikmati bahan bacaan yang dibaca dalam hati itu, senang membaca dalam hati.
Kelas VI
a)      Membaca tanpa gerak-gerakan bibir, tanpa komat-kamit.
b)      Dapat mrenyesuaikan kecepatan membaca dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bahan bacaan.
c)      Dapat membaca 180 patah kata dalam satu menit pada bacaan fiksi pada tingkat dasar.



















Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar